Kalung mungkin aksesori yang cantik untuk memberi sentuhan berbeda pada busana. Begitupun scarf atau syal yang terlihat cocok digunakan dalam berbagai kesempatan kasual. Namun para desainer mulai melirik sesuatu yang baru sebagai aksesori penghias leher untuk menghidupkan penampilan Anda di musim dingin tahun ini, yaitu bandana.

Bandana atau kain segiempat yang biasa diikat di kepala atau leher ini memang bukan sesuatu yang baru yang ditawarkan industri mode. Tren ini memulai kejayaannya sekitar tahun ’80-an sampai ’90-an. Mungkin juga mengingatkan Anda pada gaya busana koboi ala Barat.

Dan kini kain yang biasanya tampil dalam motif paisley itu ditawarkan kembali oleh beberapa desainer saat pekan mode New York berlangsung pekan ini. Wes Gordon, Coach dan Cynthia Rowley memiliki pemikiran yang sama untuk membawa kembali tren ini di masa sekarang. Para desainer pun menjadikan bandana sebagai paduan untuk dress atau rok pendek yang memberi kesan maskulin pada busana feminin.

Dalam show Coach, sang creative director, Stuart Vevers menghadirkan tren ini hampir di setiap set busananya. Sedangkan Cynthia Rowley memberi nuansa yang lebih mewah untuk bandana dengan permainan sequin yang chic.

Seperti yang dilansir oleh Vogue Paris, bahkan brand high-end Hermes tak mau kalah mengikuti tren dengan mendesain ulang 4 bandana dalam gaya klasik. Tentu datang dengan sentuhan khas Hermes dan logo kereta kudanya. Kemudian brand Saint Laurent juga menghias leher model dengan bandana seharga US$ 625 untuk iklan terbarunya.

Tak hanya di runway, selebriti dan fashionista pun mengaplikasikan gaya berikut sebagai aksesori penunjang penampilan kini. Sebut saja Rihanna ataupun Kendall Jenner. Model lainnya, seperti Jourdan Dunn atau Hanne Gaby Odiele juga memakai bandana untuk melengkapi penampilan off-duty mereka. Sebelum tren ini semakin mainstream, tak ada salahnya untuk mengeluarkan kembali sisi ’90-an Anda di 2015 ini, dan bersiaplah menjadi trend setter.