Untuk Anda yang biasanya menggunakan eyeliner sampai pada kelopak mata bagian dalam, Anda perlu hati-hati. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan dengan cara seperti itu meningkatkan risiko kontaminasi pada mata.

Pemimpin studi ini, Alison Ng dari University of Waterloo di Kanada, mengatakan dokter mata sering menemukan residu eyeliner yang terperangkap di lensa kontak atau di lapisan mata.

“Kami ingin melihat bagaimana cara eyeliner bisa berpindah ke dalam lapisan air mata ketika diaplikasikan dengan dua cara: di dalam garis bulu mata dan di luar garis bulu mata,” ujar Ng seperti dikutip dari Reuters.

Tiga wanita berusia antara 26 sampai 30 tahun dengan mata sehat berpartisipasi di dalam penelitian ini. Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok memakai eyeliner di dalam garis bulu mata yang dekat dengan mata dan kelompok lainnya memakai di luar garis bulu mata.

Selama 10 menit peneliti mengambil video mata partisipan setelah memakai kosmetik. Setelah itu mereka menghitung berapa banyak partikel eyeliner masuk ke mata.

Hasilnya partisipan yang menggunakan eyeliner pada garis bulu mata bagian dalam memiliki residu 15 sampai 30 persen lebih banyak dari partisipan lain. Kosmetik juga dilaporkan lebih cepat bergerak pindah bila diaplikasikan dekat mata.

Jika banyak residu terperangkap dalam mata maka hal ini dapat menyebabkan iritasi. Pengguna lensa kontak juga bisa menjadi bermasalah karena residu bisa mengurangi kualitas penglihatan.

Peneliti menekankan hasil tersebut kemungkinan tak bisa diterapkan untuk semua orang karena partisipan seluruhnya memiliki ras kaukasia. Ng mengatakan kelopak mata orang Asia memiliki bentuk yang berbeda sehingga bisa memengaruhi cara kosmetik pindah ke mata.