Manfaat kesehatan dari diet Mediterania memang sudah terkenal. Kini sebuah penelitian menyimpulkan bahwa menu tradisional yang dikonsumsi di Spanyol lebih sedikit mengandung jejak karbon dibandingkan dengan Amerika dan Inggris.

Diet Mediterania merupakan rekomendasi asupan nutrisi yang terinspirasi dari pola makan tradisional masyarakat Italia selatan, Yunani, dan Spanyol. Kunci utama diet ini adalah dengan rajin mengonsumsi sayuran, buah, dan minyak zaitun.

Kepunahan spesies, kenaikan permukaan laut dan penyebaran penyakit merupakan salah satu akibat dari adanya perubahan iklim. Karena alasan inilah, peneliti berusaha selama bertahun-tahun untuk mengurangi dampaknya. Termasuk membatasi polusi yang disebabkan oleh makanan.

Sebuah studi baru yang melibatkan University Hospital Complex of Huelva, Jaume I University of Castellon dan Unversity of Huelva menganalisis jejak karbon dari menu sehari-hari di Spanyol berdasarkan diet Mediterania. Kemudian dibandingkan dengan menu yang ada di negara lain seperti Amerika dan Inggris.

“Perubahan iklim merupakan prioritas internasional yang harus ditangani dari semua bidang. Salah satunya adalah lingkungan keluarga dan pertimbangan pola makan kita sehari-hari,” jelas Rosario Vidal, selaku penulis utama studi dan peneliti di Mechanical Engineering and Construction, Valencian Institution.

Menurut Science Daily (26/03/2015), data dikumpulkan dari Juan Ramon Jimenez Hospital di Huelva yang menganalisis sekitar 448 makan siang dan 448 makan malam untuk memenuhi kebutuhan gizi harian sebesar 2.000 Kkal dalam 4 tahun.

“Menu ini biasa disajikan di restoran, sekolah ataupun rumah tangga di Spanyol. Resep yang dianalisis meliputi hidangan khas seperti Andalusian Gazpacho Soup, Vegetable Pisto Manchego, Paella atau Stew Puchero,” jelas Vidal.

Rata-rata jejak karbon harian yang diperoleh dari sajian tradisional Spanyol adalah 5,08 Kg karbondioksida ekuivalen. Angka ini jauh lebih kecil daripada rata-rata untuk Amerika (diperkirakan antara 8,5 Kg dan 8,8 Kg ekuivalen) atau Inggris (sekitar 7,4 Kg karbondioksida ekuivalen) semua untuk asupan kalori yang sama. Jejak karbon ini diperoleh tidak hanya dari makanan padat tapi juga lembut, cair dan diet tinggi atau rendah protein.

Perbedaan antara nilai rata-rata diet Mediterania dan Amerika serta Inggris dipengaruhi oleh banyaknya konsumsi daging sapi. Di Spanyol, masyarkatnya lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah. Dimana buah dan sayur memiliki lebih rendah jejak karbon dibandingkan dengan daging sapi.

Jejak karbon merupakan jumlah karbondioksida ekuivalen yang dapat menyebabkan pemanasan global (diukur dalam Kg karbondioksida ekuivalen). Selain karbon dioksida, gas polutan yang berbeda juga berkontribusi terhadap perubahan iklim seperti metana.